Dia bukan temanku, tapi dia saudari ku

Dia bukan temanku, tapi dia saudari ku

    Dia bukan temanku, tapi dia saudari ku


    Pertemanan adalah satu hubungan sosial  yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Manusia adalah makhluk sosial.Manusia sehebat apapun dia, tak akan bisa hidup sendiri. Kita membutuhkan rasa cinta,kasih sayang,dan bantuan dari orang di sekitar kita. Untuk membuat hidup ini jauh lebih indah, jauh lebih bermakna. Namun, sejauh mana kita mengartikan sebuah pertemanan? Apakah pertemanan itu hanya sekedar simbolik atau kita telah benar-benar memahami dan mengamalkan apa makna pertemanan yang sesungguhnya. Pertemanan adalah hal yang sedikit berbeda dengan persaudaraan. Pertemanan adalah hal yang cukup dan tidak mendetil. Cukup tahu nama, dan profil general .Selanjutnya terserah kita mau menyelami kepribadiannya atau tidak. Bukan merupakan kewajiban untuk kita mengenalnya,dan memahaminya lebih jauh.

Teruntuk sahabat juang yang aku cintai karena ALLAH....

Teruntuk sahabat juang yang aku cintai karena ALLAH....

Mungkin raga ini mulai rapuh..
Semangat ini mulai memadam..
Aktivitas ini mulai menjemukkan..
Ukhuwah ini mulai mengendur..
Tapi, yakinlah bahwa setiap perjuangan pasti akan menemukan ujian yang serupa..
Dengan itu semua dan lebih yakinlah bahwa ALLAH akan membalas mereka yang tegar dengan SYURGANYA yang kekal abadi selamanya..

Ada Cinta dalam Lingkaran Cinta

Ada Cinta dalam Lingkaran Cinta

Teringat ketika dulu sekali, aku masih dalam keadaan jahiliah..
Tak pernah terbayangkan akan masuk ke dalam lingkaran cinta..
Sebuah lingkaran cinta yang dikelilingi oleh saudara-saudara sholeh/ah
Hijrah, satu kata yang menggambarkan proses itu..
Proses dimana aku ingin berubah, aku bosan dengan kehidupanku yang jauh dari Tuhan..

Proses yang begitu banyak rintangan,hambatan yang silih berganti menghampiriku

Tak sedikit cemoohan,sindiran, dan fikiran-fikiran aneh yang mereka lontarkan untukku..

Meski ku tahu itu semua tak sebanding dengan apa yang telah dialami rasulullah ketika itu..

Seandainya saya jadi anggota DPD-RI



Ada 8 poin yang saya utamakan jika saya menjadi anggota DPD-RI.


1.     Character building


   Hal yang paling penting untuk mencetak pemimpin-pemimpin masa depan yang visioner dan bermoral adalah melalui pendidikan character building sejak dini.Melalui character building yang ditanamkan sejak dini diharapkan penerus bangsa ini mampu membentengi diri  dari sifat korup yang menjadi penyakit bagi bangsa ini.Karena tindakan korupsi lah yang sangat menghambat pertumbuhan daerah dan sangat merugikan rakyat.Seorang pemimpin yang dicintai rakyat adalah pemimpin yang jujur, transparan, aspiratif,kredibilitas, cerdas,kompetitif, rela berkorban demi kemajuan daerahnya.

Kisah Sahabat Nabi: Khubaib bin Adi, Syahid di Tiang Salib

Jumat, 12 Agustus 2011 21:46 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, Pada tahun ke-3 hijriyah, beberapa utusan dari kabilah Udal dan Qarah mendatangi Rasulullah SAW. Mereka mengabarkan bahwa mereka telah mendengar tentang Islam. Untuk itu mereka meminta Rasulullah agar mengirim utusan agar dapat mengajarkan Islam kepada mereka.

Maka Rasulullah pun mengutus 10 sahabat untuk memenuhi permintaan tersebut. Rasulullah menunjuk Ashim bin Tsabit sebagai amir (pemimpin) mereka. Namun di suatu tempat, di antara Usfan dan Makkah, kelompok kecil ini diintai oleh sekitar 100 pemanah dari Bani Lihyan. Mengetahui hal tersebut, Ashim segera memerintahkan teman-temannya agar segera berlindung ke sebuah bukit kecil di sekitar daerah tersebut.

Doa Anak-Anak Gaza di Pagi Hari :')

dakwatuna.com
Oleh: Habiburrahman El Shirazy

Tuhan
Pagi ini kami ingin sekolah
Kami rindu pada madrasah kami yang indah
Kami rindu pada cerita Lubna dan Antarah
Tentu juga Sirah Rasulillah

Pagi ini kami ingin secuil roti
Kami ingin sepotong keju
Setetes susu
Dan sebutir Tin dan Zaitun

Cerita dari Balik Jendela

Cerita dari Balik Jendela

Dua orang pria, keduanya menderita sakit keras, sedang dirawat di sebuah kamar rumah sakit. Seorang di antaranya menderita suatu penyakit yang mengharuskannya duduk di tempat tidur selama satu jam di setiap sore untuk mengosongkan cairan dari paru-parunya dan unutk menormalkan jantungnya karena denyutnya sangat lemah. Kebetulan, tempat tidurnya berada tepat di sisi jendela satu-satunya yang ada di kamar itu.Sedangkan pria yang lain harus berbaring lurus di atas punggungnya. Pria ini sering uring-uringan, bahkan tak jarang membentak anggota keluarga yang menjaga dan perawat yang memeriksanya. Tak jarang pula pria yang satu ini bereriak di malam hari (mungkin karena kesakitan) sehingga mengganggu pasien yang lainnya.
Suatu hari di sore yang cerah, seperti biasa pria yang berada dekat jendela ini duduk. Lalu dia melihat keluar jendela, sambil tersenyum dan dengan wajah yg gembira, “Senang sekali ya seandainya aku bisa berjalan-jalan setiap sore di taman itu, tentunya aku tidak ingin kembali di tempat ini lagi.” gumamnya sambil tetap terlihat tersenyum.